Pemerintah dituntut segera merencanakan logistik perkotaan atau urban logistics sebelum pertumbuhan penduduk semakin melonjak. Apalagi, sistem logistik di perkotaan saat ini dinilai masih belum berjalan dengan baik.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan perubahan teknologi dan semakin banyaknya masyarakat yang tinggal serta bergantung di ibu kota membuat pemerintah harus membuat sistem logistik jangka panjang.

“Kita melihat bahwa terjadi perubahan distribusi termasuk pada jenis moda yang digunakan. Di negara maju, terminal bukan hanya sebagai terminal bus tapi juga ada fungsi pergudangannya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (30/5/2018).

Infrastruktur yang berubah menjadi multifungsi tersebut, lanjut Yukki, juga ada pada stasiun sehingga memudahkan dalam pengiriman barang dan juga mengurangi tingkat kemacetan.

Dia memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2025 akan mencapai 290 juta. Sementara itu, jumlah penduduk Jakarta sudah mencapai 15 juta jiwa pada siang hari.

Di sisi lain, akan terjadi perubahan kebiasaan masyarakat yang enggan keluar rumah atau kantor dan lebih memilih menggunakan layanan jasa antar. Jika 10% memesan makanan di saat yang bersamaan, Yukki tidak bisa membayangkan seperti apa padatnya Jakarta pada siang hari.

Oleh karena itu, kota besar seperti Jakarta didesak segera membuat urban logisticsdimulai dengan menyediakan pusat gudang pemenuhan kebutuhan pokok di beberapa titik untuk mempermudah pengiriman logistik.

“Jika tidak dilakukan dari sekarang, mau segencar apapun pembangunan infrastruktur, biaya logistik akan tetap tinggi,” tambahnya.

Sumber: Bisnis.com

Ikuti kami di akun media sosial FMB Consultant:

LinkedIn

Facebook

Instagram

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *